Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bayi Berisiko Jadi Tuli ketika Ibu Hamil Terkena Campak Jerman

ALASEHATKITA - Campak Jerman atau rubella mempunyai dampak yang cukup mengkhawatirkan. Penyakit yang mempunyai gejala bintik-bintik merah di kulit ini, bisa membuat bayi terlahir dalam kondisi tuli jika menyerang pada ibu yang tengah hamil.

Dikutip dari CNN Indonesia, Senin (20/3/2017), para ahli medis menyakini jika dampak dari rubella ini sangat mengkhwatirkan. Ibu hamil yang terinfeksi campak Jerman tersebut akan berdampak pada buah hatinya. Bayi berisiko mengalami kecacatan atau meninggal saat dilahirkan.

"Kalau wanita hamil di awal-awal kehamilannya terkena rubella, maka 90 persen bisa menularkan rubella ke anaknya dan salah satu gejala yang diakibatkan adalah ketulian," ujar praktisi AV dari Yayasan Rumah Siput Indonesia, Pusat (Re)habilitasi Pendengaran, Eka Kurnia Hikmat di RS Khusus THT-Bedah KL Proklamasi, Tangerang Selatan.






Di negara-negara maju seperti Amerika sudah gencar melakukan tindakan antisipasi terhadap penyebaran campak Jerman ini. Bahkan Amerika menurut Eka, telah telah bebas dari cacar Jerman sejak tahun 2015.

Sementara di Indonesia, vaksin untuk cacar jenis ini baru disebar pada tahun 2017 ini dengan fokus pada anak-anak di Pulau Jawa. Baru pada tahun 2018 mendatang akan menyasar ke seluruh wilayah di Indonesia.


Baca juga : Pil KB Bisa Picu Risiko Kanker Payudara


Soekirman Soekin, spesialis telinga, hidung, tenggorokan (THT) menyebut, imunisasi campak Jerman tidak hanya berlaku bagi anak-anak namun juga bagi perempuan dalam masa reproduksi. "Saat anak-anak sudah diimunisasi sekarang ini, tapi masih ada perempuan yang belum mendapatkan imunisasi itu, sebelum hamil lebih baik diimunisasi seperti di usia 9 sampai 16 tahun," tuturnya.

Jika keadaan terburuk menimpa bayi karena sang ibu tidak mendapatkan imunisasi rubella, maka dua hari setelah bayi dilahirkan harus diperiksakan untuk dideteksi apakah mengalami tuli atau tidak.
Pemeriksaan berlanjut akan dilakukan di usia tiga atau empat bulan. Jika pada usia enam bulan bayi tidak menimbulkan reaksi terhadap pendengarannya, maka harus segera dipasang alat bantu dengar. Selain telinga, Soekirman mengatakan, rubella dapat berdampak pada jantung dan katarak.(*)


Baca dari sumber langsung

Posting Komentar untuk " Bayi Berisiko Jadi Tuli ketika Ibu Hamil Terkena Campak Jerman"