Benarkah Ada Anak Disunat Jin? Ini Penjelasan Medisnya
ALASEHATKITA – Banyak mitos yang berkembang di masyarakat tentang anak disunat jins. Mereka percaya alat kelamin anak yang tiba-tiba seperti disunat, padahal tak pernah melakukan khitan. Benarkah memang ada hal gaib seperti itu?
Menurut dr Donie Firdhianto, SP. B, mitos tentang bayi disunat jins itu bisa dijelaskan secara medis. Menurutnya hal itu tak ada kaitanya dengan hal-hal yang berbau mistik, melainkan karena sebuah penyakit.
”Hal itu (disunat jins) sama sekali tidak benar. Kondisi tersebut tak lain adalah akibat penyakit hipospadia, di mana lubang penis tidak berada pada tempatnya,” katanya dikutip dari laman RS Tlogorejo Semarang.
![]() |
| Foto/Koran Muria |
Ia menyebut, karena lubang penis tak berada tempatnya, sehingga kulit penis pun tidak terbentuk secara sempurna, sehingga kepala penis terlihat.
”Keadaan penis yang semacam ini tidak boleh dikhitan. Proses khitan justru akan membuang kulit penis yang sejak awal sangat terbatas. Padahal kulit penis tersebut, dibutuhkan untuk membuat lubang penis ke tempat yang sebenarnya,” terangnya.
Selain itu juga muncul anggapan lain seputar pasien setelah menjalani proses khitan. Masyarakat sering melarang mereka yang usai menjalani khitan, untuk makan telur dan ikan. Masyarakat khawatir makanan tersebut akan membuat luka khitan menjadi gatal.
”Hal itupun tak sepenuhnya benar. Mereka yang usai menjalani khitan justru membutuhkan asupan protein seperti yang ada dalam dua bahan makanan tersebut. Kandungan protein akan mempercepat proses penyembuhan. Rasa gatal yang muncul merupakan proses alamiah penyembuhan,” paparnya.
Menurutnya, mendapatkan proses dan hasil khitan yang baik, tidak hanya tergantung dari metode khitan saja. Kesiapan anak, baik fisik maupun psikis dan orang tua yang membantu perawatan luka juga menentukan, dan tidak kalah penting kemampuan dari operator (tenaga medis).
Hal ini disebabkan, semua tidakan bedah sekecil apapun bisa menimbulkan risiko atau komplikasi. Antara lain pendarahan, infeksi, pengangkatan kulit penis yang kurang kuat ataupun kulit yang terangkat terlalu banyak. Risiko lain yakni terjadi amputasi pada kepala penis, fistula uretrokutan, nekrosis (kerusakan jaringan) pada kepala penis.
Baca juga : Begini Cara Penanganan Bayi Kembung
Menurut American of academy of pediatric, khitan mempunyai berbagai macam manfaat. Mulai dari mencegah infeksi saluran kemih, menurunkan risiko kanker terhadap pasien ataupun pasangan hidup dikemudian hari, dan solusi bagi penyakit dan kelainan bawaan pada anak–anak.
”Mereka yang tidak dikhitan akan memiliki risiko lebih besar untuk terkena infeksi. Ini terjadi karena penumpukan smegma, kotoran yang warnanya putih seperti lemak yang timbul karena sisa-sisa buang air kecil yang mengendap di antara kulit kulup dengan kepala penis (gland penis). Smegma ini apabila dibiarkan akan menumpuk dan makin banyak sehingga sering kali menimbulkan perlengketan yang terkadang menyebabkan iritasi, bahkan infeksi,” paparnya.

Posting Komentar untuk "Benarkah Ada Anak Disunat Jin? Ini Penjelasan Medisnya"